Logo
images

Tangani Covid-19, Ini Langkah-langkah Pemkab Minahasa

Tondano, 28 Maret 2020.
Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di bawah pimpinan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekkab Minahasa, Dr. Denny Mangala, MSi menyatakan mereka sudah melakukan langkah antisipasi dan penanganan terhadap penyebaran virus tersebut. Dimana hal itu diawali dengan rapat bersama Forkopimda, seluruh SKPD terkait dan FKUB yang dipimpin Bupati Minahasa, Dr. Ir. Royke O. Roring, MSi bersama Wakil Bupati, Robby Dondokambey, S.Si.

Selanjutnya telah dilakukan penanganan berupa, mengeluarkan himbauan harus adanya sosial distancing yang dikirimkan kepada seluruh camat, lurah/hukum tua serta pimpinan denominasi agama untuk disampaikan kepada masyarakat atau umat. Setelah itu Bupati Minahasa mengeluarkan SK mengenai penetapan status siaga darurat bencana non alam yang berlaku sejak tanggal 17 Maret-17 April 2020.

Lanjut dikatakan Mangala yang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nofry Lontaan, ST dan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Maya Rambitan, M.Kes bahwa instruksi bupati agar anak sekolah belajar di rumah dengan dipantau oleh guru, sementara untuk ASN bekerja dari rumah tanpa mengabaikan tugas-tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. bagi instansi pelayanan publik diatur mekanismenya agar pelayanan kepada masyarakat tidak terbengkalai.

Dikatakannya lagi, surat edaran kepada camat untuk disampaikan kepada masyarakat untuk menghindari keramaian dan mengumpulkan orang dalam jumlah banyak kecuali untuk kedukaaan namun diatur sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Sementara itu Pemkab Minahasa juga sedang membangun ruang isolasi berkapasitas 10 tempat tidur di Rumah Sakit Daerah Sam Ratulangi Tondano dan diharapkan selesai pekan ini.

Untuk Alat pelindung diri (APD) diperkirakan kebutuhan hingga tiga bulan ke depan mencapai 8000 buah. Selain itu untuk meminimalisir virus yang pertama kali di temukan di Wuhan, Cina itu, Pemkab Minahasa juga melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah, mulai dari fasilitas umum termasuk gedung kantor pemerintah, sekolah, tempat ibadah terutama sarana umum lainnya.

Kebijakan lain yang diambil Pemkab Minahasa adalah membatasi waktu operasional pasar termasuk menyediakan termoscan dan tempat cuci tangan di pintu masuk pasar, mengatur jalur masuk keluar agar tidak berdesak-desakan dan nantinya akan terus di evaluasi. "Soal anggaran, kita telah menyediakan anggaran sebesar Rp.9.4 miliar serta kemungkinan pemberian nantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak sosial distancing akibat Covid-19juga sementara dikaji, bantuan jangka pendek dalam rangka paskah dan bulan telah menyiapkan bantuan berupa sembako," tukas Mangala.

Dikatakannya lagi, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa sendiri konsisten dengan penerapan social distancing dan saat ini tetap dalam keadaan sehat walafiat. Keduanya menerapkan kerja dari rumah, tetap aktif memantau setiap urusan pemerintahan terutama perkembangan Covid-19 ini lewat alat komunikasi.(MinahasaCommandCenter)



Dipost Oleh Redaksi 1

RRRD Call Center

Tinggalkan Komentar