Satu Miliar Per Desa di Minahasa Terwujud

Kabar gembira untuk seluruh desa di Minahasa, pasalnya tahun 2017 ini semua desa di Minahasa bakal kecipratan anggaran Rp 1 Miliar.

Namun setiap desa berbeda yang jelas dana yang didapat ada yang melebihi dari angka tersebut. Perhitungannya bisa dilihat dari jumlah anggaran yang akan masuk ke desa.

Beberapa mata anggaran yang akan masuk ke desa yaitu Dana Desa Rp 171,6 miliar, Alokasi Dana Desa Rp 68,7 miliar, kemudian dari bagi hasil pajak mencapai Rp 2,8 miliar, dan retribusi mencapai Rp 2,5 miliar.
Sehingga jika ditotal dana yang akan masuk di desa mencapai Rp 245 miliar.

"Silahkan dibagi ke 227 desa, sudah bisa dilihat berapa jumlah rata-rata yang akan diterima oleh desa yaitu mencapai Rp 1 miliar lebih," jelas Djeffry Sajow Kepala BPMD Minahasa.

Ia menjelaskan, desa yang akan mendapatkan dana paling kecil yaitu desa Pinaesaan dengan anggaran Rp 1,033 miliar, sementara dana paling besar akan diterima oleh desa Senduk yaitu Rp 1,99 miliar.

"Dana tersebut akan disalurkan ke desa secara bertahap, jika dari desa sudah memasukkan laporan pertanggungjawaban sebelumnya," jelas dia.

Jika dana yang cukup besar masuk di desa, pengelola keuangannya juga tak boleh asal-asalan, harus diberikan pelatihan terlebih dahulu."Pelatihan sudah kita berikan beberapa kali," jelasnya.

Pengawasan juga perlu dilakukan, sebab menurut Deni Kalangi anggota DPRD Minahasa, dana tersebut cukup besar dan rawan penyimpangan.

"Ini kan pengelolanya berbeda antara yang sekolah dengan yang tidak, jadi memang harus berhati-hati," jelas dia.
Ia juga meminta agar anggaran yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan dengan benar sesuai dengan pekerjaan.

"Pemanfaatannya harus tepat sasaran, jangan mengada-ada atau proyek fiktif yang bisa menjerumuskan hukum tua," jelas dia.

Pengawasan juga harus lebih diperketat, tiga lembaga hukum harus berfungsi."Pengawasan juga sangat penting, apalagi seperti ini KPK bisa saja turun untuk memeriksa," ujarnya.

Ia juga meminta untuk pekerjaan anggaran di desa tahun 2016 harus diperiksa."Kami banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat," ujar dia.